250 Fakta Unik

Fakta-fakta yang mencengangkan

10 Planet Unik

Planet-planet unik yang ada di alam semesta ini

10 Katak Aneh Yang Ada Di Dunia

Katak-katak yang aneh nan unik

Galaxy S5 Jagoan Baru Samsung

Inilah pesaing iPhone baru

8 Langkah Atasi HP Basah

Langkah-langkah ini bisa jadi "pertolongan pertama"

Wednesday, November 21, 2012

Planet Raksasa Baru "Mengerdilkan" Ukuran Jupiter


Sebuah planet raksasa ditemukan lewat pengamatan dengan teleskop Subaru 8 Meter milik Jepang yang berada di Mauna Kea, Hawaii. Planet itu begitu besar sehingga membuat Jupiter, planet terbesar di Tata Surya, tampak kerdil. Ukuran planet itu 13 kali Jupiter.

Planet tersebut mengorbit bintang bernama Kappa Andromedae, sebuah bintang berukuran 2,5 kali Matahari yang berjarak 170 tahun cahaya dari Bumi. Astronom menamai planet berwarma kemerahan itu Kappa Andromedae b atau Kappa And b singkatnya.

Michael McElwain, astronom dari Goddard Space Flight Center NASA, mengungkapkan, ukuran Kappa And b yang besar membuatnya ditempatkan persis dalam batas antara planet raksasa dan bintang gagal yang disebut bintang katai coklat.

"Berdasarkan model konvensional pembentukan planet, Kappa And b gagal membangkitkan energi fusinya yang pada satu titik dikategorikan sebagai bintang katai coklat, bukan planet. Namun, ini belum definitif," kata McElwain seperti dikutip Space, Senin (19/11/2012).

Temuan Kappa And b menantang pemahaman astronom tentang pembentukan planet. Planet raksasa ini terbentuk dengan cara yang sama seperti planet lain dengan ukuran lebih kecil, yakni dari material piringan protoplanet di sekeliling bintang yang baru lahir.

Hal lain yang menarik adalah bintang yang diorbit planet raksasa itu. Astronom mengungkap, usia bintang itu 30 juta tahun, masih relatif muda. Temuan ini menunjukkan bahwa planet raksasa bisa didapati di bintang muda.

Sejauh ini, pengamatan planet berjarak jauh dari Bumi sulit dilakukan sebab gangguan cahaya bintang yang diorbitnya. Planet ini adalah salah satu planet yang berhasil "dipotret" secara langsung dengan pengamatan berbasis cahaya inframerah.

Penasaran dengan letak planet ini? Bintang planet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di rasi Pegassus. Di mana bintang itu berada, di situlah planet eksis mengelilinginya. Temuan ini akan dipublikasikan di Astrophysical Journal Letters.

Galaxy S IV Usung Prosesor 4+4 Core?


Tidak puas hanya dengan menyematkan prosesor quad core pada Galaxy S III, Samsung disebut-sebut bakal menyematkan prosesor dengan 4+4 core untuk dibenamkan pada penerus smartphone kelas atasnya.

ya, bisa ditebak, ponsel yang dimaksud kemungkinan besar adalah Galaxy S IV. Perangkat itu pun digadang-gadang akan menjadi pertama di dunia yang menggunakan teknologi terbaru ARM yang diberi nama big.LITTLE tersebut.

Konon, Galaxy S IV akan ditenagai oleh sepasang prosesor Cortex-A15 dan Cortex-A7 yang masing-masing prosesornya telah mengusung 4 core di dalamnya.

Namun jangan salah mengira, sebab Samsung bukannya menggunakan dua buah CPU, melainkan menggabungkan kedua prosesor tersebut dalam satu chip atau biasa diistilahkan SoC. 

Meski digabung dalam satu chip, kedua prosesor yang disematkan sebenarnya bekerja sendiri-sendiri sehingga belum dapat disebut sebagai prosesor 8 core.

Prinsip kerja SoC yang sedang dikembangkan oleh Samsung itu adalah sistem akan menentukan prosesor mana yang bekerja sesuai dengan load yang dijalankan oleh sistem.

Jadi sebenarnya kedua prosesor tidak berjalan secara bersamaan, namun akan disesuaikan dengan kebutuhan. Bila sistem membutuhkan kinerja tinggi, maka ia akan memerintahkan Cortex-A15 untuk mengeksekusi, sedangkan untuk kebutuhan sistem biasa maka Cortex-A7 yang akan bekerja.

Uniknya kecepatan kedua prosesor yang digabungkan itu pun berbeda. Bila Cortex-A15 berjalan pada kecepatan 1,8 GHz maka Cortex-A7 cukup dengan kecepatan 1,2 GHz. Hal tersebut wajar adanya karena Cortex-A7 yang digunakan memang digunakan untuk load sistem yang tidak terlalu berat.

Rumor lain menyebutkan bahwa kedua prosesor tersebut akan menggunakan proses pabrikasi 28 nm dan juga tersemat cache berukuran 2 MB di dalamnya.


Tidak puas hanya dengan menyematkan prosesor quad core pada Galaxy S III, Samsung disebut-sebut bakal menyematkan prosesor dengan 4+4 core untuk dibenamkan pada penerus smartphone kelas atasnya.

ya, bisa ditebak, ponsel yang dimaksud kemungkinan besar adalah Galaxy S IV. Perangkat itu pun digadang-gadang akan menjadi pertama di dunia yang menggunakan teknologi terbaru ARM yang diberi nama big.LITTLE tersebut.

Konon, Galaxy S IV akan ditenagai oleh sepasang prosesor Cortex-A15 dan Cortex-A7 yang masing-masing prosesornya telah mengusung 4 core di dalamnya.

Namun jangan salah mengira, sebab Samsung bukannya menggunakan dua buah CPU, melainkan menggabungkan kedua prosesor tersebut dalam satu chip atau biasa diistilahkan SoC. 

Meski digabung dalam satu chip, kedua prosesor yang disematkan sebenarnya bekerja sendiri-sendiri sehingga belum dapat disebut sebagai prosesor 8 core.

Prinsip kerja SoC yang sedang dikembangkan oleh Samsung itu adalah sistem akan menentukan prosesor mana yang bekerja sesuai dengan load yang dijalankan oleh sistem.

Jadi sebenarnya kedua prosesor tidak berjalan secara bersamaan, namun akan disesuaikan dengan kebutuhan. Bila sistem membutuhkan kinerja tinggi, maka ia akan memerintahkan Cortex-A15 untuk mengeksekusi, sedangkan untuk kebutuhan sistem biasa maka Cortex-A7 yang akan bekerja.

Uniknya kecepatan kedua prosesor yang digabungkan itu pun berbeda. Bila Cortex-A15 berjalan pada kecepatan 1,8 GHz maka Cortex-A7 cukup dengan kecepatan 1,2 GHz. Hal tersebut wajar adanya karena Cortex-A7 yang digunakan memang digunakan untuk load sistem yang tidak terlalu berat.

Rumor lain menyebutkan bahwa kedua prosesor tersebut akan menggunakan proses pabrikasi 28 nm dan juga tersemat cache berukuran 2 MB di dalamnya.


sumber: inet.detik.com

Tuesday, November 20, 2012

Makhluk Aneh Bertahan Hidup dengan Makan DNA


Hewan mikro golongan bdelloidea rotifera yang hidup di tanah lembab, menarik perhatian ilmuwan. Makhluk ini mampu mempertahankan eksistensi jenisnya dalam waktu 80 juta tahun tanpa reproduksi seksual.

Hasil studi terbaru yang dilakukan Alan Tunnacliffe dari University of Cambridge menambah keanehan makhluk ini. Menurut dia, 10 persen dari DNA bdelloidea ternyata berasal dari organisme uniseluler lainnya, seperti jamur dan bakteri.

"Kami tidak tahu bagaimana gen itu ditransfer, tetapi hampir pasti hal itu dilakukan dengan mencerna DNA dari sisa-sisa material organik yang melimpah di lingkungannya. Bdelloidea akan memakan apa pun yang lebih kecil dari kepalanya," kata Tunnacliffe.

Banyak makhluk yang bereproduksi secara aseksual terancam kepunahan karena miskin keragaman genetik. Namun, cerita bdelloidea lain. Makhluk itu sukses mengatasi kekurangannya dan terus berkembang hingga semakin beragam dengan jumlah spesies kini mencapai 400.

Dengan DNA "alien" atau DNA yang berasal dari makhluk lain, bdelloidea mendapatkan modal untuk bertahan. Saat makhluk ini menghadapi kekeringan, salah satu gen dalam rantai DNA alien diaktifkan. Gen dari DNA asing itu juga diduga mampu menghasilkan antioksidan ampuh untuk mengatasi efek samping kekeringan.

Berdasarkan riset sebelumnya yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences, tahun 2008, kesuksesan bdelloidea juga tak lepas dari kemampuan reparasi DNA.


sumber: sains.kompas.com

Foto Pasca Supernova Yang Menakjubkan Terungkap


Sepasang teleskop antariksa Eropa telah menangkap foto pasca supernova sebuah bintang yang baru saja meledak. Wah menajubkan...

Foto supernova baru ini menggabungkan tampilan dari teleskop inframerah milik Badan Antariksa Eropa Herschel Observatorium dan teleskop antariksa X-ray XMM-Newton X-ray untuk melihat W44, pecahan bintang yang meledak sekitar 10.000 tahun-cahaya dari Bumi.

"Pecahan supernova adalah hasil dari sebuah bintang besar yang mencapai akhir hidupnya dan meniadakan lapisan luarnya dalam sebuah ledakan dramatis", kata pejabat di Jet Propulsion Laboratory NASA di California, mitra AS dalam misi Herschel, dalam sebuah dialog. "Semua yang tersisa dari bintang-bintang ini adalah inti yang berputar dari sebuah bintang neutron, atau pulsar."


Pulsar, yang disebut PSR B1853 + -1, bersinar dengan cahaya berwarna biru cerah di kanan atas foto. Para astronom menduga pulsar berusia sekitar 20.000 tahun dan bersarang dalam sebuah cangkang yang terus membesar dari gas panas yang mencapai suhu beberapa juta derajat, pejabat ESA menambahkan.

Pecahan supernova dan pulsar bersinar biru di X-ray bisa dilihat dari observatorium XMM-Newton. Pengamatan inframerah dengan Herschel juga mengungkapkan ada kantong gas hangat di sekitar pecahan supernova di mana bintang-bintang baru lahir.

Menurut ESA, "Sejumlah objek kompak, tersebar di seluruh peta dari benih-benih bintang masa depan yang pada akhirnya akan lahir dari kepompong berdebu mereka."

Pecahan W44 terletak di dalam kawasan padat dari awan pembentuk bintang di konstelasi Aquila, Elang, dan merupakan salah satu contoh terbaik dari pecahan supernova yang berinteraksi dengan awan induknya, peneliti menambahkan.

Herschel Space Observatory adalah teleskop inframerah terbesar dan paling kuat yang pernah diluncurkan ke ruang angkasa. Teleskop ini diluncurkan pada Mei 2009 untuk memindai kosmos pada gelombang inframerah. XMM-Newton ESA X-ray Observatory diluncurkan pada tahun 1999 untuk menyelidiki alam semesta dalam jangkauan X-ray dari spektrum cahaya.



Monday, November 19, 2012

Fenomena Tubuh yang Mengandung Listrik


Perlu diketahui, merasakan kesetrum saat bersentuhan dengan orang lain bukanlah sebuah kelainan, melainkan sebuah fenomena yang normal dan sangat sering terjadi. Namun, tidak bisa dipungkiri kalau memang ada kasus-kasus listrik statis yang sangat ekstrem. Misalnya yang terjadi pada seorang pria Australia bernama Frank Clewer.

Suatu hari, Frank memasuki sebuah gedung perkantoran untuk memulai wawancara kerja. Ketika ia memasuki gedung tersebut, karpet yang diinjaknya segera terbakar.

"Awalnya terdengar suara seperti kembang api menyala. Lima menit kemudian, karpet itu mulai terbakar." Kenang Frank.

Semuanya menjadi panik dan petugas pemadam kebakaran segera dipanggil. Kebakaran berhasil diatasi sebelum api menyebar ke tempat lain. Ketika kembali ke mobilnya, Frank memegang sebuah plastik dan tidak butuh waktu lama, plastik itu meleleh di tangannya.

Kedengarannya seperti salah satu adegan dalam film Fantastic Four ketika salah satu tokohnya, Johny Storm, menyadari kalau tubuhnya bisa mengeluarkan nyala api.

Lalu, apakah Frank Clewer termasuk salah satu calon superhero masa depan?

Sepertinya tidak. Dalam kasus Frank, kemampuan itu bukan didapatkannya dari paparan radiasi kosmik luar angkasa, melainkan dari sesuatu yang sangat umum.

Ketika petugas pemadam kebakaran melakukan penyelidikan secara menyeluruh, mereka menemukan kalau penyebab kebakaran tersebut adalah pakaian yang dikenakan oleh Frank.

Waktu itu Frank mengenakan jaket yang terbuat dari bahan nylon sintetis dan kemeja wol. Pakaian itu telah menyebabkan Frank menumpuk listrik statis di tubuhnya. Ketika ia berjalan di atas karpet, listrik itu terlepas dari tubuhnya. Inilah yang menyebabkan kebakaran tersebut.

Ketika petugas pemadam kebakaran mengadakan pengukuran dengan alat pengukur listrik, mereka menemukan kalau aliran listrik yang ada di tubuh Frank mencapai 40.000 volts.

Bagaimana semua ini bisa terjadi?

Untuk memahaminya, kita perlu mengerti mengenai listrik statis terlebih dahulu. Istilah listrik statis itu sebenarnya merujuk kepada listrik yang terkumpul di permukaan sebuah objek.

Kumpulan listrik ini akan tetap berada pada objek tersebut hingga ia dialirkan ke bumi atau dinetralisir dengan pelepasan (discharge). Pelepasan inilah yang kita sebut kesetrum.

Kejutan atau setrum ini bisa dirasakan oleh seseorang jika mereka menyentuh sebuah objek yang mampu berfungsi sebagai konduktor, seperti logam, air atau bahkan tubuh manusia lain.

Untuk kasus kesetrum ketika menyentuh orang lain, hal ini sangat normal mengingat manusia bisa berfungsi sebagai konduktor listrik (Karena itu ketika kalian menyentuh seseorang yang sedang kesetrum listrik, kalian akan ikut kesetrum).

Namun, setrum ini baru bisa dirasakan jika listriknya melebihi 4.000 volt (Tubuh setiap orang memiliki sensitiftas yang berbeda sehingga ukurannya tidak akan sama untuk semua orang).

Umumnya, listrik yang terkumpul hanya berkisar sekitar 5.000 volts. Namun dalam beberapa kasus, listrik yang diakumulasi bisa lebih besar. Seperti Frank, yang mengakumulasi listrik statis hingga mencapai 40.000 volt.


Lalu, pertanyaannya adalah, bagaimana listrik statis bisa terakumulasi di tubuh tanpa kita sadari?

Kita hidup di lingkungan yang dipenuhi oleh listrik statis. Sebenarnya, setiap tindak-tanduk kita, seperti berjalan, bersandar di kursi, duduk atau tidur bisa menyebabkan listrik statis terkumpul.

Namun, aktivitas-aktivitas semacam ini hanya menghasilkan listrik statis dalam kadar yang kecil sehingga kita tidak bisa merasakan efeknya.

Tetapi, jika beberapa faktor terpenuhi, kadar listrik yang terakumulasi bisa menjadi lebih besar. Dalam kondisi seperti ini, kemungkinan kita menjadi kesetrum menjadi semakin lebih besar juga.


Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Pakaian yang kita kenakan

Pakaian yang terbuat dari wol, sutra, bulu, polyester, karet, vinyl, nylon, dan materi sintetis lainnya akan meningkatkan kemungkinan pengumpulan listrik statis.

Di Indonesia, mungkin hal ini masih cukup asing di telinga kita. Namun, di negara-negara Eropa, seperti Inggris, persoalan ini sangat umum terjadi sehingga mereka menciptakan produk-produk anti listrik statis untuk pakaian.

Misalnya, ada produk yang disebut Static Guard yang umumnya tersedia di tempat-tempat laundry. Kalian bisa menyemprotkan cairan ini ke pakaian untuk mengurangi listrik statis yang menumpuk.


2. Sepatu yang kita kenakan dan cara berjalan kita

Kedengarannya sangat lucu. tetapi, ini adalah sebuah fakta. Jika kalian mengenakan sepatu dari bahan tertentu, seperti karet atau plastik, dan kalian berjalan dengan menyeret kaki atau menggesek kaki ke lantai dari bahan tertentu, kemungkinan berkumpulnya listrik statis menjadi sangat besar.

Metode ini bisa digunakan untuk menggoda teman kalian. Gosoklah sepatu kalian untuk mengumpulkan listrik statis, lalu sentuhlah teman kalian.

Ingatkah kalian ketika kita masih SD dan diajarkan untuk menggosok-gosok sebuah penggaris plastik di rambut kita? ingatkah kalian apa yang terjadi pada penggaris itu? Penggaris itu mampu menarik potongan-potongan kecil kertas. Itulah listrik statis.

Pada banyak perusahaan, karyawan-karyawan yang bekerja di pabrik akan diberikan sepatu khusus untuk dikenakan guna menghindari terciptanya listrik statis yang bisa membahayakan lingkungan kerja atau peralatan elektronik di tempat itu.

Salah satu rumah sakit di South Yorks, Inggris, yaitu Sheffield Teaching Hospital NHS Trust, bahkan telah melarang penggunaan sandal Crocs yang populer itu di lingkungan rumah sakit karena dikuatirkan listrik statis yang tercipta akibat sandal itu bisa mempengaruhi peralatan di ruang operasi rumah sakit.

Peraturan ini sedang dipertimbangkan untuk diadopsi oleh rumah sakit lainnya di Inggris. Jadi, perhatikanlah sandal atau sepatu yang kalian pakai.

3. Lantai rumah atau jalan

Jika lantai rumah kita dilapisi oleh bahan-bahan tertentu seperti plastik, karpet polimer, karpet wol, batu sintetis atau aspal, maka kemungkinan kita mengumpulkan listrik statis menjadi sangat besar.

Tentu saja ini harus dikombinasikan dengan penggunaan sepatu atau sandal yang juga mampu mengumpulkan listrik statis dengan sangat mudah.

4. Kelembaban udara tempat kita tinggal

Semakin kering udara, semakin besar kemungkinan listrik statis akan tercipta. Hal ini menjadi masalah yang cukup umum di Inggris ketika musim dingin tiba (Januari - Maret).

Pada bulan-bulan itu, udara di atmosfer sangat kering. Kelembaban udara akan turun menjadi hanya 20%. Kondisi ini sangat ideal untuk menghasilkan listrik statis, bahkan tidak peduli bahan pakaian yang kalian pakai.

Karena itu, untuk mengurangi penumpukan listrik statis pada musim dingin itu, penduduk Inggris akan memasang pelembab udara (humidifier) atau ionisasi udara (air ionizer) di rumah mereka.

Ketika kelembaban di ruangan mencapai 50% atau 60%, listrik statis akan menghilang. Ini karena lapisan air yang dihasilkan akan membuang elektron-elektron penyebab listrik statis dari tubuh kita.

5. Kondisi kulit kita

Semakin kering kulit kita, maka kemungkinan listrik statis dihasilkan akan menjadi semakin besar. Kembali ke Inggris, pada musim dingin, selain memasang pelembab udara dan mengenakan pakaian dari kain katun, mereka juga menggunakan banyak pelembab kulit untuk mencegah terciptanya listrik statis.

Siapa sangka, selain baik untuk kesehatan kulit, pelembab kulit ternyata juga baik untuk kesehatan jantung


sumber

Sunday, November 18, 2012

Tesla Death Ray, Senjata Dahsyat Pemusnah Masal


Ada rumor kalau Nikola Tesla, seorang ilmuwan misterius, memiliki rancangan sebuah senjata maha dashyat yang bisa mendefinisikan ulang arti sebuah peperangan. Namun, setelah kematiannya, rancangan itu lenyap tanpa bekas.

Nikola Tesla (1856 - 1943) mungkin adalah salah seorang ilmuwan terbesar yang pernah ada. Ia memegang sekitar 300 hak paten penemuan-penemuan yang berhubungan dengan listrik seperti dinamo, transformer, induction coil, condenser dan lampu pijar.

Dari semuanya itu, Tesla paling dikenal karena kontribusinya dalam penelitian listrik AC (Alternating Current). Karena ini juga, ia kemudian menjalani permusuhan yang sangat dalam dengan mantan atasannya, Thomas A. Edison yang memilih untuk memfokuskan diri pada listrik DC (Direct Current).

Sejak lama, nama Tesla selalu dikaitkan dengan penemuan-penemuan luar biasa yang jauh lebih maju dari zamannya. Contohnya Otis T. Carr, salah seorang insinyur yang juga anak didik Tesla, pernah membuat pernyataan mengejutkan kalau ia dan rekan satu timnya bernama Ralph Ring pernah membuat sebuah pesawat berbentuk piringan yang dengan sukses menerbangkan mereka sejauh 10 mil dengan kecepatan cahaya. Menurut Carr, ia menggunakan prinsip-prinsip yang diajarkan Tesla dalam membuat pesawat tersebut.

Selain itu, nama Tesla juga sering dikaitkan dengan peristiwa ledakan Tunguska yang maha dashyat. Ledakan itu disebut-sebut sebagai akibat dari percobaan Tesla ketika ia mentransmisikan energi listrik yang kuat dengan menggunakan menara Wardenclyffe yang dibangunnya.

Nah, apa jadinya kalau ilmuwan yang jenius dan misterius itu mengatakan kalau ia mampu membuat senjata pemusnah massal yang bisa membuat perang menjadi tidak terpikirkan oleh siapapun?

Tesla Death Ray

Semuanya bermula dari sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh ilmuwan eksentrik itu pada tahun 1938.

Kepada reporter, Tesla mengumumkan kalau ia dapat membuat sebuah senjata maha dashyat sehingga siapapun yang memilikinya akan memiliki kemenangan luar biasa di dalam setiap peperangan.

Senjata yang dimaksud Tesla itu kemudian dikenal dengan nama Tesla Death Ray, atau Sinar Kematian Tesla.

Menurut Tesla:
"Senjata ini akan mengirim pancaran partikel-partikel yang terkonsentrasi lewat udara yang akan terbang dengan kecepatan hampir menyamai kecepatan cahaya. Energinya begitu besar sehingga ia dapat merontokkan hingga 10.000 pesawat musuh dari jarak 250 mil dan dapat menyebabkan jutaan tentara musuh mati di tempat."

Senjata partikel ini melibatkan empat penemuan yang dikombinasikan menjadi satu.

Penemuan pertama adalah sebuah peralatan yang bisa meniadakan pengaruh atmosfer terhadap partikel-partikel tersebut.

Penemuan kedua adalah metode untuk menghasilkan potensi kekuatan listrik yang sangat besar.

Penemuan ketiga adalah metode untuk meningkatkan kekuatan listrik yang dihasilkan hingga mencapai 50.000.000 volts.

Penemuan keempat adalah pembuatan sebuah alat untuk melontarkan kekuatan listrik yang telah dihasilkan.

Menurut Tesla, dua dari empat penemuan diatas telah dibuat dan diujicobakan olehnya. Dua lainnya hanya membutuhkan sedikit penyempurnaan. Untuk merealisasikannya, hanya dibutuhkan dana 2 juta dolar dan 3 bulan. Jumlah ini tentu saja sangat kecil dibandingkan dengan hasil yang dapat diberikan. Jika proyek ini disetujui, maka ia akan membangun menara-menara pembangkit listrik yang berfungsi sebagai senjata tersebut di wilayah-wilayah perbatasan.


Menurut Tesla, jika pemerintah Amerika memutuskan untuk menerima penawarannya, maka ia akan segera mulai bekerja. Namun ia menuntut satu syarat. Ia ingin pemerintah sepenuhnya percaya kepadanya dan menolak adanya intervensi dari "ahli" lainnya. Ia juga mengatakan kalau rancangan lengkap senjata ini telah dibuat dan disimpan di dalam arsipnya.

Particle Beam
Kedengarannya, Tesla seperti sedang berfantasi. Namun sebenarnya tidak demikian. Pancaran partikel (particle beam) sebenarnya bukan hal yang aneh dalam dunia sains. Kita biasa menggunakan metode ini dalam kehidupan modern ini.

Pancaran partikel sebenarnya hanya sebuah pancaran cahaya yang terdiri dari berbagai gelombang elektromagnetik. Salah satu contoh penggunaannya adalah alat operasi sinar laser yang digunakan untuk mengoperasi otak.

Namun pancaran partikel yang dibicarakan oleh Tesla tentu saja memiliki level yang berbeda dibanding dengan sebuah alat operasi. Jika senjata pemusnah massal ini benar-benar bisa direalisasikan, mengapa Tesla sampai berniat menciptakannya?

Tesla ternyata memiliki cara pandang yang berbeda mengenai senjata ini.

Senjata Pemusnah Massal
Dalam pandangannya, senjata pemusnah massal ini justru bisa mencegah perang. Pada tahun ia membuat pengumuman itu, perang dunia I belum lama berakhir dan dunia sedang bersiap memasuki perang dunia II. Karena itu, Tesla memiliki ambisi besar untuk mengakhiri konflik dunia itu dan menciptakan perdamaian dunia.

Dalam salah satu suratnya, Tesla menulis:

"Selama bertahun-tahun, aku mencoba untuk mencari solusi dari masalah terberat umat manusia, yaitu bagaimana menjaga perdamaian dunia."

Mengenai Tesla Death Ray, ia mengatakan:

"Penemuan ini akan membuat perang menjadi tidak mungkin. Sinar kematian itu akan mengelilingi perbatasan setiap negara seperti tembok Cina yang tidak terlihat, hanya saja, "tembok" ini jutaan kali lebih sulit ditembus. Ini akan membuat setiap negara tidak dapat ditembus oleh pesawat musuh atau tentara darat yang menyerbu masuk."

Dengan kata lain, menurut Tesla, untuk mencegah perang kita harus mempersenjatai diri dengan sangat hebat sehingga negara lain akan mengurungkan niatnya untuk menyerang.

Namun, walaupun perang besar sudah diambang pintu, sepertinya pemerintah Amerika tidak berniat untuk merealisasikan ide Tesla. Beberapa usaha Tesla untuk menawarkan idenya ke beberapa negara lain juga diabaikan. Ketertarikan terhadap idenya runtuh dan mulai dilupakan.

Namun, ketika Tesla meninggal dunia, ingatan akan Tesla Death Ray kembali naik ke permukaan. Ini dikarenakan munculnya sebuah misteri yang cukup membingungkan.


Dokumen yang hilang
Pada tanggal 7 Januari 1943, Tesla meninggal di kamar hotelnya di New York di kamar 3327 di lantai 33 pada usia 86 tahun. Karena ia tidak pernah menikah, harta benda dan dokumen-dokumen pribadi yang dimilikinya diwariskan kepada keluarganya yang lain.

Tidak lama setelah kematiannya, para agen dari Alien (imigran gelap) Property Custodian, departemen keha****n Amerika Serikat, segera menyita seluruh dokumen-dokumen tersebut. Ini cukup mengherankan karena Tesla sendiri sebenarnya adalah warga negara resmi Amerika. Operasi dari Alien Property Custodian ini diakui oleh FBI dalam website resminya.

Namun misterinya tidak sampai disitu. Ketika pemerintah Amerika mengadakan pemeriksaan menyeluruh atas seluruh dokumen yang disita, mereka tidak bisa menemukan catatan mengenai rancangan Tesla Death Ray.

Dengan kata lain, rancangan senjata pemusnah massal tersebut hilang tanpa jejak.

Berita hilangnya dokumen itu telah memicu perlombaan antara Amerika, Rusia dan Jerman untuk melacak keberadaannya. Tetapi, hingga sekarang, keberadaan dokumen tersebut masih tidak diketahui.

Dimanakah dokumen-dokumen itu berada? Apakah Tesla benar-benar memiliki rancangan itu? 

Dimanakah rancangan Tesla Death Ray sebenarnya?
Sebagian orang percaya kalau Tesla telah memusnahkan rancangan tersebut sebelum kematiannya karena takut jatuh ke tangan yang salah. Sebagian lagi percaya kalau orang dekat Tesla telah berhasil mengamankan rancangan tersebut sebelum disita oleh pemerintah.

Jenderal George Keegan, pensiunan kepala intelijen angkatan udara Amerika, percaya kalau rancangan itu berada di tangan pemerintah Uni Sovyet. Dugaan ini muncul karena ternyata Tesla juga mempresentasikan idenya kepada negara-negara lain.

Ketika penawarannya untuk membangun jaringan Tesla Death Ray tidak mendapatkan tanggapan dari pemerintah Amerika, Tesla menawarkan idenya kepada Inggris dengan harga 3 juta dolar. Ia berjanji akan membuat wilayah Inggris bebas dari serangan musuh hanya dalam tempo 3 bulan. Pemerintah Inggris juga tidak menggubris tawarannya. Lalu, Tesla kembali mencoba menawarkan idenya, kali ini kepada Liga Bangsa-bangsa. Usaha ini juga gagal.



Ketika pemerintah lain menganggap sepi penawaran Tesla, ketertarikan cukup besar datang dari pihak Uni Sovyet. Konon pada tahun 1937, satu tahun sebelum Tesla mengumumkan idenya ke publik, ia sebenarnya telah mempresentasikannya kepada Amtorg Trading Corporation, salah satu perusahaan perwakilan Sovyet di New York.

Dua tahun kemudian, tahun 1939, Tesla diketahui telah mengujicobakan tahap pertama idenya di hadapan pihak Sovyet. Lalu, Tesla menerima cek sebesar 25.000 dolar dari mereka. Namun proyek itu tidak pernah diselesaikan.

Ada teori kalau sesungguhnya Tesla memang tidak membangun proyek itu, melainkan hanya menjual rancangannya kepada Uni Sovyet.

Dugaan ini kembali menguat ketika Sovyet menginvasi Afghanistan tahun 1979. Rumor menyebutkan kalau pada masa perang tersebut, helikopter-helikopter Sovyet terlihat mengeluarkan cahaya aneh yang diarahkan kepada tentara Afghanistan. Mereka yang terkena cahaya tersebut tewas seketika dan mayatnya tidak membusuk hingga 30 hari.

Ketika meneliti mayat tersebut, pihak militer barat percaya kalau Sovyet mungkin telah menggunakan gas pembunuh jenis baru, namun banyak yang percaya kalau kondisi mayat tersebut adalah hasil dari senjata yang melontarkan elektromagnetik berkekuatan tinggi.

Jadi, mungkin Sovyet telah berhasil merealisasikan rancangan Tesla Death Ray dan memodifikasinya.

Foto tahun 1980 dari satelit mata-mata Amerika yang menunjukkan
kemungkinan instalasi senjata partikel Russia di Semipalatinsk

Selain teori Rusia, banyak juga yang percaya kalau sesungguhnya rancangan itu berada di tangan pemerintah Amerika Serikat sendiri.

Teori ini juga punya dasar yang cukup kuat.

DARPA (Defense Advance Reasearch Project Agency), yaitu salah satu badan pemerintah yang bertujuan untuk meneliti persenjataan baru untuk militer, sesungguhnya telah melakukan percobaan senjata partikel sejak tahun 1958, 15 tahun setelah kematian Tesla. Prinsip penelitian mereka sama persis dengan ide Tesla, walaupun dalam skala yang lebih kecil.

Namun, proyek ini tidak dilanjutkan lagi karena dua alasan, yaitu karena materi-materi yang dibutuhkan oleh senjata dashyat ini dianggap "berisiko tinggi" dan karena kekuatan yang dibutuhkan untuk memproyeksikan pancaran itu melebihi kemampuan pembangkit listrik standar yang digunakan dalam perang.

Jika dua masalah ini terselesaikan, mungkin proyek ini akan dilanjutkan lagi.

Apakah ini berarti pemerintah Amerika memiliki dokumen Tesla?

Mungkin saja. Tapi bisa juga tidak. Apa yang dikembangkan oleh DARPA sama sekali tidak menyamai klaim Tesla mengenai kekuatan senjatanya. Beberapa pihak percaya kalau pihak Amerika memang memiliki dokumen tersebut, namun tidak memiliki kemampuan untuk merealisasikannya.

Selain teori Konspirasi yang melibatkan pemerintah, banyak juga yang percaya kalau rancangan Tesla Death Ray sesungguhnya tidak pernah ada. Menurut mereka, Tesla Death Ray hanyalah satu dari sekian klaim bombastis yang diberikan oleh Tesla. Walaupun tidak ada yang menyangkal jeniusnya Tesla, namun banyak proyek yang disebutkannya tidak pernah terealisasi.

Misalnya, pada tahun 1900, ia mengatakan kalau ia bisa menyembuhkan penyakit TBC dengan osilasi listrik. Pada tahun 1927, ia mengatakan kalau ia berencana untuk mengendalikan kekuatan samudera untuk dimanfaatkan. Lalu, pada tahun 1931, ia mengklaim kalau ia bisa membuat bahan bakar fosil menjadi tidak berharga lagi dengan memanfaatkan energi kosmis sebagai bahan bakar alternatif. Tentu saja klaim-klaim ini tidak pernah terealisasi.

Jadi, Tesla Death Ray bisa jadi hanyalah salah satu dari bualan Tesla yang lain.

Bahkan walaupun rancangan itu ada, bisa dimengerti mengapa pemerintah menolaknya. Ide Tesla mengenai kemungkinan terciptanya perdamaian jika senjatanya diimplementasikan sangat tidak masuk akal. Memang, sebuah negara yang memasang Tesla Death Ray akan aman dari serbuan pesawat. Namun, jelas tidak akan aman dari serangan diam-diam.

Jika saya adalah seorang pemimpin sebuah negara dan memutuskan untuk menyerang sebuah negara lain, maka yang akan saya lakukan pertama adalah mengirim pasukan penyerang secara diam-diam untuk menghancurkan Tesla Death Ray di negara tersebut terlebih dahulu sebelum mengirim skuadron pesawat tempur.

Lagipula, Tesla memiliki anggapan kalau semua pemimpin negara adalah pemimpin yang cinta damai. Ia tidak memikirkan kemungkinan digunakannya senjata tersebut sebagai alat untuk menyerang oleh seorang diktator. Jika sebuah negara memasang Tesla Death Ray dan memutuskan untuk menyerang negara tetangganya, maka mereka akan dengan sangat mudah mengarahkan senjatanya untuk menghancurkan pesawat komersial.

Dengan demikian, perang pun menjadi tidak terhindarkan.

Jadi, ide besar ini sepertinya juga memiliki cacat yang besar.

Jika saat ini, 67 tahun setelah kematian Tesla, kita masih belum melihat realisasi dari Tesla Death Ray, maka sepertinya kita harus bersyukur, dan siapapun yang menyimpan rancangan itu hingga sekarang telah berbuat kebaikan bagi dunia.


sumber




Tips Pintar Merawat Kartu Memori


Selain kamera, kartu memori adalah salah satu bagian penting saat melakukan pemotretan. Oleh karena itu tentunya, diperlukan 'perlakuan' yang baik pada memory card agar kartu tetap awet dan tidak berpotensi menghilangkan data di dalamnya.

Tim dari Lexar, salah satu produsen memory card, pun membagi tips tentang bagaimana cara merawat kartu memori agar tetap bekerja dengan baik. Berikut beberapa di antaranya seperti dilansir dari DPS, Rabu (14/11/2012):

1. Pilih card reader yang mumpuni

Saat mentransfer foto dari kartu memori ke komputer, banyak yang langsung menghubungkan kamera ke komputer. Hal ini dinilai kurang efisien dan menguras baterai kamera.

Lexar merujuk untuk memakai memory card reader, dan akan lebih baik bila yang memiliki performa kencang sehingga bisa meminimalisir waktu yang dibutuhkan.

2. Pindahkan kartu dengan aman

Setelah mengupload foto ke kamera dari kartu, pastikan mengikuti proses yang aman sebelum mencabutnya dari card reader. Bagi pengguna Windows, gunakan opsi safely remove hardware' atau 'eject' bagi penggguna OSX.

3. Perhatikan lampu indikator

Perhatikan lampu yang ada di kamera terutama setelah memakai mode burst atau continuous shooting. Ketika mengambil banyak gambar, kamera membutuhkan waktu untuk menuliskan data ke dalam memory card.

Jangan matikan kamera saat piranti Anda melakukan buffering image karena ini bisa mengakibatkan foto hilang. Hal ini juga berlaku saat mentransfer image melalui reader. Jangan mematikan komputer atau memindahkan kartu saat lampu di reader masih menyala.

4. Jangan panik bila kartu terkena air

Jangan panik, demikian wanti-wanti dari Lexar saat kartu tersiram air. Biarkan saja dulu hingga kering dan setelah itu, pakai card reader untuk memindahkan foto.

5. Update kartu memori

Meski usia kartu memori telah mendapat peningkatan dari waktu ke waktu, namun disarankan bagi pengguna untuk tetap mengupdate kartunya.

6. Lakukan format

Format kartu memori secara periodik. Tentu saja, lakukan hal ini setelah memindahkan semua foto di dalamnya. Memformat kamera juga disarankan saat memakai memory card di kamera yang berbeda.

7. Perhatikan Kapasitas

Perhatikan kapasitas kartu memori. Jangan memaksakan untuk memenuhi kartu memori Anda. Akan lebih baik juga jika memiliki kartu memori cadangan alias tidak mengandalkan satu kartu saja.

8. Gunakan software penolong

Pernah tak sengaja mendelete file? Jangan khawatir sebab sudah banyak software yang bisa membantu Anda untuk mengembalikan foto yang terhapus.


sumber: inet.detik.com